ℜ 17 Sya'ban 1431 H

TAUSHIYAH SAHABAT ABU BAKAR

أخرج ابن سعد و المحاملى و غير هما عن عروة قال : لما و لي أبو بكر خطب الناس فحمد الله و أثنى عليه ثم قال : أما بعد أيها الناس قد وليت أمركم بخيركم و لكن نزل القرآن و سن النبى صلى الله عليه و سلم السنن فعلمنا أن أكيس الكيس التقى و أن أحمق المق الفجور و أن أقواكم عندى الضعيف تى آخذ له بحقه و أن أضعفكم عندى الوي تى آخذ منه الحق، أيها الناس، إنما أنا متبع و لست بمبتدع فإن أحسنت فأعتنونى و إن زغت فقومونى، أقول قولى هذا و أستغفر الله لى و لكم Artinya : Ibnu Sa'ad dan al-Muhamili serta yang lainnya meriwayatkan dari Urwah, ia berkata : Ketika sahabat Abu Bakar selesai dilantik menjadi khalifah beliau berpidato di hadapan manusia. Setelah memuji Allah, beliau berkata: "Adapun sesudah itu, wahai sekalian manusia, aku telah dipilih untuk mengatur urusan kalian adahal aku bukanlah orang yang terbaik diantara kalian, tapi Al-Qur'an telah turun dan Nabi SAW telah mencontohkan sunnah-sunnah, lalu pada akhirnya kita tahu bahwa orang yang tercerdas itu adalah orang takwa sebodoh-bodoh tindakan adalah kefajiran. Sesusnnghunya orang terkuat diantara kalian menurutku adalah yang lemah hingga aku mengembalikan haknya kepadanya. Dan sesungguhnya orang yang terlemah diantara kalian menurutku adalah orang kuat hingga aku mengambil hak darinya. Wahai manusia, aku ini hanya mengikuti (sunnah) dan bukanlah pembuat bid'ah. Bila aku berbuat lurus maka bantulah aku. Tapi bila aku bersalah maka luruskanlah aku. Inilah perkataanku, aku memohon amun dari Allah untukku dan untuk anda semuanya" (Kitab "Al-Kanz", Jilid 3, hal. 130) و أخرج الطبرى فى التريخ ج 2 ص 460 عن عاصم بن عدي قال : نادى منادى أبي بكر من بعد الغد من متوفى رسول الله صلى الله عليه و سلم ليتم بعث أسامة: ألا لا يبقين فى المدينة أد من جند أسامة إلا خرج إلى عسكره بالجرف، و قام فى الناس فمد الله و أثنى عليه و قال: أما بعد أيها الناس إنما أنا مثلكم و إنى لا أدرى لعلكم ستكلفونى ما كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يطيق، إن الله اصطفى محمدا على العالمين وعصمه من الآفات إنما أنا متبع و لست بمبتدع، فإن استقمت فاتبعونى و إن زغت فقومونى، وإن رسو الله صلى الله عليه و سلم قبض و ليس أد من هذه الأمة يطلبه بمظلمة ضربه سوط فما دونها، ألا و إن لى شيطانا يعترينى، فإذا أتانى فاجتنبونى لا أؤثر فى أشعاركم و أبشاركم، و أنتم تغدون و تروحون فى أجل قد غيب عليكم علمه، فإن استطعتم أن لا يمضى هذا الأجل إلا و انتم فى عمل صالح فافعلوا و لن تستطيعوا ذلك إلا بالله، فسابقوا فى مهل آجالكم من قبل أن تسلمكم آجالكم إلى انقطاع الأعمال، فإن قوما نسوا آجالهم و جعلوا أعمالهم لغيرهم فإياكم أن تكونوا أمثالهم، الجدالجد و الوا الواا و النجاء فإن وراءكم طالبا حثيثا أجلا أمره سريع، احذروا الموت و اتبروا بالأباء و الأبناء و الإخوان، و لا تغبطوا الأحياء إلا بما تغبطون به الأموات. Artinya : At-Thabari meriwayatkan dalam "Tarikh"nya, jilid 2, hal 460, dari Ashim bin Adi, ia berkata: Tukang panggil khalifah Abu Bakar berteriak mengumumkan, 2 hari setelah wafatnya Rasulullah SAW., agar pengiriman tentara sahabat usman dilaksanakan "Jangan sampai ada seorangpun dari tentara Usamah yang tertinggal di dalam kota Madinah. Seluruhnya harus berkumpul dengan pasukan lainnya di Jaraf. Kemudian khalifah Abu Bakar berdiri di tengah manusia dan memuji Allah lalu berkata: "Wahai segena manusia, aku tidak berbeda dari kalian. Aku tidak tahu pasti, barangkali kalian akan membebaniku sesuatu yang dulu sanggup dipikul oleh Rasulullah SAW. Sesungguhnya Allah telah memilih Muhammad SAW di atas makhluk-makhluk semesta ini dimana Dia melindunginya dari kesalahan. Aku ini hanya mengikuti (sunnah) dan bukanlah seorang pembuat bid'ah. Bila aku lurus maka ikutilah aku. Tapi bila aku tergelincir maka luruskanlah aku. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW. Diwafatkan dalam keadaan tidak dituntut oleh seorangpun lantara kezaliman satu ukulan cambuk atau yang lebih ringan dari itu. Sungguh pada diriku ini ada syaithan yang menggangguku. Bila ia mendatangiku, maka jauhilah aku hingga aku tidak menyakiti rambut atau kulit kalian. Kalian memasuki pagi dan petang hari dalam takaran usia yang tersembunyi dari pengetahuan kalian, maka bila kalian sanggup menjaga agar usia itu tidak berlalu begitu saja kecuali kalian isi dengan amal shaleh maka lakukanlah. Tapi itu tidak mampu kalian lakukan kecuali dengan seizin Allah. Maka bersegeralah dalam lambatnya usia itu sebelum kalian memasuki saat terputusnya amal perbuatan. Sebab ada kaum yang tua usianya. Akibatnya, perbuatan mereka itu dieruntukkan untuk selain mereka. Jangan sampai kalian seperti mereka itu. Sungguh-sungguhlah dan bersegeralah sebab di belakang kalian ada mengejar yang larinya cepat. Hati-hatilah dengan kematian dan jadikanlah orang tua, anak dan saudara sebagai pelajaran. Dan janganlah kalian dengki keadaan orang hidup kecuali sesuatu yang dengannya kalian dengki kepada orang mati. وأخرج أبو الشيخ عن يزيد بن هارون قال: خطب أبو بكر الصديق فقال فى خطبته: يؤتى بعبد قد أنعم الله عليه و بسط له فى الرزق قد أصح بدنه و قد كفر نعمة ربه، فيوقف بين يدي الله تعالى فيقال لفه: ماذا عملت ليومك هذا و ما قدمت لنفسك؟ فلا يجده خيرا فيبكى حتى تنفذ الدموع، ثم يعير فيخزى بما ضيع من طاعة الله فيبكى الدم، ثم يعير و يخزى تى يأكل يديه إلى مرفقيه، ثم يعير و يخزى بما ضيع من طاعة الله فينتحب حتى تسقط دقتاه على وجنتيه و كل واحد منهما فرسخ فى فرسخ، ثم يعير و يخزى يقول: يا رب ابعثنى إلى النار وارحمنى من مقامى هذا، وذلك قوله: (أنه من يحادد الله ورسوله فأن له نار جهنم خالدا فيها ذلك الخزى العظيم) (التوبة : 63) Artinya : Abu Syeikh meriwayatkan dari Yazid bin Harun berkata: Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq menyampaikan idatonya dengan berkata: "Akan didatangkan (pada hari kiamat) seorang hamba yang telah diberikan nikmat yang banyak oleh Allah dan dilapangkan rezekinya. Badannya sungguh sehat tapi ia kufur terhadap nikmat Robbnya. Ia ditegakkan dihadapan Allah lalu ditanya: "Apa yang telah kamu siapkan untuk harimu kini dan apa yang telah kamu lakukan untuk dirimu sendiri?" ia tidak mendapatkan dirinya telah melakukan kebajikan lalu menangis hingga air matanya mengalir. Kemudian ia menyesali dan meratapi dirinya karena tidak taat kepada Allah hingga menangis dengan mengeluarkan darah. Kemudian ia menyesali dan meratapi nasibnya hingga ia memakan kedua tangannya sampai ke pergelangannya. Kemudian ia menyesali dan meratapi nasibnya karena tidak taat kepada Allah dan meraung-raung sampai kedua biji matanya jatuh di atas pipinya, jarak antara keduanya satu kali satu farsakh. Kemudian ia menyesali dan meratapi nasibnya sehingga berkata : "Wahai Robbku, kirimlah aku segera ke neraka, kasihanilah aku di tempat ini". Itulah dia firman Allah, "Barangsiaa menentang Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya neraka jahanamlah baginya, ia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang sangat besar".
Konsultasi Agama



Lowongan Kerja
Bursa Jodoh
Info Haji Kota Bogor
Link Situs



Copyright © 2005 MasjidKotaBogor.Com
Tidak dilarang untuk menyalin isi dari situs ini dengan menulis sumber URL